Seperti yang kita ketahui, tato adalah tanda atau desain permanen yang dibuat pada tubuh dengan cara menyuntikkan pigmen ke dalam lapisan dermal kulit. Karena tato dimaksudkan untuk menjadi permanen, sehingga menghapus tato merupakan pekerjaan yang tidak mudah. Kebanyakan ahli bedah dermatologi pun akan mengingatkan bahwa penghapusan tato secara lengkap dan tuntas adalah hal yang tidak dimungkinkan.
Ada beberapa metode penghapusan tato yang telah terbukti efektif. Namun tingkat variasi warna yang tersisa dan bekas yang ditimbulkan tergantung pada beberapa faktor, seperti ukuran dan lokasi tato, kemampuan individu untuk menyembuhkan diri, cara penerapan tato dan berapa lama tato tersebut telah dibuat. Misalnya, tato yang diterapkan oleh seniman tato yang berpengalaman akan lebih mudah untuk dihapus karena pigmen disuntikkan secara merata pada tingkat yang sama pada kulit. Contoh lain, tato yang baru biasanya akan lebih sulit dihilangkan dibandingkan dengan yang telah lama.
Metode yang Digunakan untuk Penghapusan Tattoo
Sebelum laser menjadi populer sebagai metode untuk penghapusan tato yang dimulai pada akhir 1980-an, penghapusan tato biasanya akan melibatkan penggunaan salah satu atau beberapa teknik penghapusan tato berikut:
- Dermabrasi, di mana kulit akan "diampelas" untuk menghilangkan lapisan permukaan dan lapisan tengah kulit.
- Cryosurgery, di mana daerah tersebut dibekukan sebelum dilakukan penghapusan tato.
- Eksisi, di mana ahli bedah dermatologi menghilangkan tato dengan pisau bedah dan menutup luka dengan jahitan (dalam beberapa kasus yang melibatkan tato besar, akan diperlukan sebuah cangkok kulit dari bagian lain dari tubuh).





