John Lennon wrote Good morning, good morning after hearing a Corn Flakes commercial.
The first CD that was pressed in the U.S. was Bruce Springsteen’s Born in the USA.
Duran Duran was named after a mad scientist from the Jane Fonda movie Barbarella.
Termites will eat wood two times faster when listening to heavy metal.
In 1976 Barry Manilow sang a chart topping song named I write the songs. The song wasn’t written by him.
Suzanne Vega is considered the “mother” of the mp3 format. The creators of the mp3 used her voice from the song Tom’s Diner for analyzing the different sound spectrums when creating the compression algorithm.
The mighty final chord of The Beatles' "A Day In The Life" was played by ten hands in three pianos simultaneously: Lennon's, Mc Cartney's, Starr's, Martin's (their manager?) and Evan's (their roadie).
Bob Dylan's "Highway 61 Revisited" is named after the route that goes through Bob's home state, Minesota, and enters the Mississippi delta.
The Beach Boys' "Pet Sounds" album was titled because of an insult between bandmates. When Brian Wilson showed Mike Love the new material, he said "Who the hell is going to listen to this?...the ears of a dog?".
"London Calling" was part of a catch phrase ("Good morning
America, this is the London Calling!") of a BBC show during World War
II, of which the The Clash's guitarists Joe Strummer was a fan.
The night of Jimi Hendrix's first gig, Jeff Beck was coming out of the club and outside he ran into Eric Clapton and Pete Townshend. With a frightened expression he told them "I think we're in trouble here!".
"Layla" was written by Eric Clapton to steal George Harrison's wife, Patty Boyd.
Layla was the nickname Eric had given her.
AC/DC: The Young brothers's sister was the one who recommended the school uniform to Angus for their first gig.
The Yardbirds were the ones who gave Clapton the nickname "Slowhand".
Jimi Hendrix got the inspiration for "Purple Haze" after having a dream where he could walk underwater.
The Nirvana hit, "Smells Like Teen Spirit" was named after a deodorant brand.
"Freebird" is dedicated to Duane Allman of The Allman brother's band.
Axl Rose's "Sweet Child of Mine" was Erin Everly, daughter of Don Everly, from the Everly Brothers. Axl and Erin got married, but their marriage only lasted a month
The guitar solo in The Beatle's "While My Guitar Gently Weeps" is played by Clapton
Elton John's real name is Reg Dwight.
U2's "Sunday Bloody Sunday" originally started with the phrase "Don't
talk to me about the rights of the IRA" but was ultimately changed to "I
can't believe the news today" because U2 was afraid that their peace calling would be misunderstood.
Black Sabbath's guitarist, Tony Iommi, lost part of two fingers
in an accident, and it seemed the band was over. However, he
managed to continue playing using a device which made his two stump
fingers "longer", and tuning the guitar three steps down in order to
loosen the strings and bend them more easily. His first song with his
new "style" was "Iron Man".
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Music. Tampilkan semua postingan
Senin, 16 Juni 2014
Rabu, 12 Maret 2014
Lagu yang sering di nyayikan ulang
Mengcover lagu adalah hal yang sering terjadi di dunia musik.
Beberapa lagu justru terdengar lebih bagus saat di-cover oleh musisi
lain. Pada ulasan ini, kami tidak akan membahas versi siapa yang lebih
baik, namun lagu apa yang paling sering di-cover sepanjang masa.
1. Imagine
Tidak terlalu mengejutkan bila lagu ini banyak dinyanyikan lagi oleh para musisi lain. Lagu karya John Lennon, Imagine ini memiliki nada dan lirik yang sangat spesial. Beberapa musisi yang pernah meng-covernya adalah Ray Charles, Elton John, John Baez, Queen, Stevie Wonder (Olimpiade 1996) serta Avrill Lavigne. Atau bahkan kamu juga pernah merekam ulang dengan versimu sendiri?
2. (I Can’t Get No) Satisfaction
Banyak yang menganggap lagi (I Can’t Get No) Satisfaction adalah karya terbaik band legendaris, The Rolling Stones. Tak heran bila single ini single ini begitu merajalela pada era tahun 60 hingga 70-an. Musisi yang meng-covernya pun bukan sembarangan. Tercatat, mereka adalah Jimi Hendrix, Vanilla Ice, dan Britney Spears di MTV VMA tahun 2000 silam.
3. And I Love Her
1. Imagine
Tidak terlalu mengejutkan bila lagu ini banyak dinyanyikan lagi oleh para musisi lain. Lagu karya John Lennon, Imagine ini memiliki nada dan lirik yang sangat spesial. Beberapa musisi yang pernah meng-covernya adalah Ray Charles, Elton John, John Baez, Queen, Stevie Wonder (Olimpiade 1996) serta Avrill Lavigne. Atau bahkan kamu juga pernah merekam ulang dengan versimu sendiri?
2. (I Can’t Get No) Satisfaction
Banyak yang menganggap lagi (I Can’t Get No) Satisfaction adalah karya terbaik band legendaris, The Rolling Stones. Tak heran bila single ini single ini begitu merajalela pada era tahun 60 hingga 70-an. Musisi yang meng-covernya pun bukan sembarangan. Tercatat, mereka adalah Jimi Hendrix, Vanilla Ice, dan Britney Spears di MTV VMA tahun 2000 silam.
3. And I Love Her
Jumat, 21 Februari 2014
Rockstar Yang Terjebak Cinta Segitiga
Cinta adalah hal yang universal. Bahkan ada yang menyebut kita bisa
jatuh cinta pada siapa saja dan kapan saja. Tak jarang, hal demikian
dapat menyebabkan cinta segitiga.
Nah, para rockstar besar dunia juga tidak luput dari cinta segitiga. Mereka ternyata memperebutkan cinta yang sama dari seorang wanita yang telah memiliki pasangan. Beberapa di antaranya jadi kisah paling cadas dalam sejarah percintaan di dunia musik.
1. Tahun 2007 jadi tahun yang panas untuk Pamela Anderson, Kid Rock dan Tommy Lee. Pasalnya Pamela sukses jadi perebutan dua rockstar yang mendiami hatinya itu.
Perkaranya, setelah Pamela dan Tommy bercerai, ia lalu berhubungan dengan Kid Rock. Pada tahun 2006, mereka pun menikah namun sayangnya pada tahun yang sama pernikahan tersebut kembali kandas. Dan yang kontroversial, Pamela mengakui jika masih berhubungan dengan Tommy meski sudah bercerai. Dan akhirnya hal tersebut memicu adu jotos antara Kid Rock dan drummer Motley Crue itu di gelaran MTV VMA 2007.
2. sejoli Kurt Cobain dan Courtney Love adalah pasangan paling rock. Mereka ibarat ratu dan raja bagi anak generasi 90-an yang menggilai Grunge.
Nah, menurut VH1, di tengah percintaan Kurt dan Courtney datanglah pria idaman lain. Dan pria tersebut adalah Billy Corgan. Ya, dia adalah vokalis dan frontman dari band rock The Smashing Pumpkins.
Masih dari sumber yang sama, Billy kabarnya nekat tidur dengan Courtney. Dan yang lebih parah lagi, meski sedang menjalin cinta dengan Kurt, Courtney mengakui jika dia ketagihan tidur dengan Billy.
"(Courtney) Love mengatakan jika (Billy) Corgan pecumbu terbaik yang pernah ia dapat dan mengakui percintaannya berbarengan dengan Kurt," tulis VH1 Music. damn!!
Nah, para rockstar besar dunia juga tidak luput dari cinta segitiga. Mereka ternyata memperebutkan cinta yang sama dari seorang wanita yang telah memiliki pasangan. Beberapa di antaranya jadi kisah paling cadas dalam sejarah percintaan di dunia musik.
1. Tahun 2007 jadi tahun yang panas untuk Pamela Anderson, Kid Rock dan Tommy Lee. Pasalnya Pamela sukses jadi perebutan dua rockstar yang mendiami hatinya itu.
Perkaranya, setelah Pamela dan Tommy bercerai, ia lalu berhubungan dengan Kid Rock. Pada tahun 2006, mereka pun menikah namun sayangnya pada tahun yang sama pernikahan tersebut kembali kandas. Dan yang kontroversial, Pamela mengakui jika masih berhubungan dengan Tommy meski sudah bercerai. Dan akhirnya hal tersebut memicu adu jotos antara Kid Rock dan drummer Motley Crue itu di gelaran MTV VMA 2007.
2. sejoli Kurt Cobain dan Courtney Love adalah pasangan paling rock. Mereka ibarat ratu dan raja bagi anak generasi 90-an yang menggilai Grunge.
Nah, menurut VH1, di tengah percintaan Kurt dan Courtney datanglah pria idaman lain. Dan pria tersebut adalah Billy Corgan. Ya, dia adalah vokalis dan frontman dari band rock The Smashing Pumpkins.
Masih dari sumber yang sama, Billy kabarnya nekat tidur dengan Courtney. Dan yang lebih parah lagi, meski sedang menjalin cinta dengan Kurt, Courtney mengakui jika dia ketagihan tidur dengan Billy.
"(Courtney) Love mengatakan jika (Billy) Corgan pecumbu terbaik yang pernah ia dapat dan mengakui percintaannya berbarengan dengan Kurt," tulis VH1 Music. damn!!
Lagu Ini Diciptakan Untuk Menghina Musisi Lain
Lirik dalam musik biasanya mengisyaratkan sebuah pesan yang ingin
disampaikan oleh penyanyinya. Namun bagaimana jika pesan tersebut
merupakan sebuah ejekan untuk musisi lain yang bakal menyulut
pertengkaran
Keenam lagu ini memang sengaja diciptakan untuk mengejek musisi lainnya.
Meski musisi ini tak pernah mengakui atau menyebut nama yang diejek
secara langsung, namun beberapa indikasi mengisyaratkan siapa yang kena
ejek.
1. Rasa kasihan terhadap seorang gadis membuat Bob Dylan memberikan sebuah peringatan melalui lagunya berjudul Like A Rolling Stone. Adalah Edie Sedgwick yang coba diperingatkan untuk menjauh dari seniman pop art Andy Warhol.
Namun Edie tidak mengindahkan peringatan tersebut dan semakin dalam memadu kasih dengan Andy. lagu tersebut menceritakan seorang gadis kaya yang berada di kelas paling atas dan pelan-pelan hidupnya runtuh akibat bergaul dengan sang pria (Andy Warhol).
Dan tragisnya ramalan Bob benar, Edie pun menjadi miskin dan menjual semua harta bendanya untuk narkoba dan mencoba membuat temannya terkesan. Edie meninggal dengan kondisi bangkrut dan ditinggalkan oleh Andy Warhol.
2. Melalui lagu Dude (Looke Like A Lady), Steven Tyler mengejek vokalis Motley Crue, Vince Neil. Band pengusung glamrock yang selalu berdandan ala perempuan ini dicela oleh frontman Aerosmith dalam setiap liriknya. Sebenarnya ada kejadian lucu di balik terciptanya lagu ini. Steven yang saat itu bersama Joe Perry (gitaris Aerosmith) masuk ke sebuah bar. Steven merasa menemukan sosok 'wanita' cantik dan menghampirinya dan saat mendekat 'wanita' tersebut berbalik ke arahnya dan ternyata Vince Neil.
Vince sendiri sangat malu dan menyangkal cerita tersebut bertahun-tahun dan mengaku jika dia dan Steven berada di sebuah bar transgender. Namun cerita tersebut tetap juga dipaparkan oleh Vince sendiri di autobiografinya.
1. Rasa kasihan terhadap seorang gadis membuat Bob Dylan memberikan sebuah peringatan melalui lagunya berjudul Like A Rolling Stone. Adalah Edie Sedgwick yang coba diperingatkan untuk menjauh dari seniman pop art Andy Warhol.
Namun Edie tidak mengindahkan peringatan tersebut dan semakin dalam memadu kasih dengan Andy. lagu tersebut menceritakan seorang gadis kaya yang berada di kelas paling atas dan pelan-pelan hidupnya runtuh akibat bergaul dengan sang pria (Andy Warhol).
Dan tragisnya ramalan Bob benar, Edie pun menjadi miskin dan menjual semua harta bendanya untuk narkoba dan mencoba membuat temannya terkesan. Edie meninggal dengan kondisi bangkrut dan ditinggalkan oleh Andy Warhol.
2. Melalui lagu Dude (Looke Like A Lady), Steven Tyler mengejek vokalis Motley Crue, Vince Neil. Band pengusung glamrock yang selalu berdandan ala perempuan ini dicela oleh frontman Aerosmith dalam setiap liriknya. Sebenarnya ada kejadian lucu di balik terciptanya lagu ini. Steven yang saat itu bersama Joe Perry (gitaris Aerosmith) masuk ke sebuah bar. Steven merasa menemukan sosok 'wanita' cantik dan menghampirinya dan saat mendekat 'wanita' tersebut berbalik ke arahnya dan ternyata Vince Neil.
Vince sendiri sangat malu dan menyangkal cerita tersebut bertahun-tahun dan mengaku jika dia dan Steven berada di sebuah bar transgender. Namun cerita tersebut tetap juga dipaparkan oleh Vince sendiri di autobiografinya.
Rabu, 03 Oktober 2012
Kenapa dunia musik Indonesia menjadi membosankan
Berikut
ini merupakan fakta-fakta yang terjadi di sekitar kita, yang
mengakibatkan dunia musik Indonesia menjadi membosankan, antara lain :
Plagiat
Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Di Indonesia sendiri banyak plagiator-plagiator yang tidak mengakui bahwa dirinya plagiat (meskipun banyak juga yang tidak plagiat, namun pamor mereka kalah oleh yang plagiat), baik itu penyanyi solo, group band, pengarang lagu dan banyak lagi. Mereka beralasan, hanya meng-influence aliran/genre musiknya saja, dan itu sudah menjadi satu senjata andalan bagi mereka untuk beralasan. Dan ketika salah satu penyanyi solo atau group band sukses dengan ke-plagiator-annya, maka yang lain sepertinya berlomba-lomba untuk mengikuti jejak plagiator sukses tersebut. Dan akhirnya, semakin membosankan musik Indonesia.
Note : Di sini ane tidak akan menampilkan contoh dari plagiator-plagiator tersebut, demi menjaga nama baik mereka. Mungkin dari rekan-rekan pastinya sudah tahu siapa saja dan group band mana saja yang jelas-kelas telah menjadi plagiator.
Lip-sync
Lip-sync atau lip-synch adalah istilah teknis untuk pencocokan gerakan bibir dengan suara. Dalam sebuah konser musik atau siaran langsung di televisi, lip sync merupakan hal yang kontroversial.
Di negara China, kementrian kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan tentang lip sync pada bulan Agustus 2009. Kementerian mengeluarkan kebijakan itu karena menilai bernyanyi lip sync termasuk kebohongan publik. Dan sebulan dari itu, dua penyanyi China, Starlets Yin Youcan dan Fang Ziyuan kedapatan hanya bercuap-cuap saat mereka konser di Provinsi Sichuan. Mereka di denda sekitar 80 ribu yuan atau RRp. 110 juta sekaligus menjadi korban pertama kebijakan kementrian kebudayaan. Kebijakan itu dikeluarkan karena pada tahun 2008, panitia Olimpiade Beijing melakukan tindakan kontroversial. Memasang gadis muda yang bernyanyi lip sync saat upacara pembukaan Olimpiade. Panitia beralasan tindakan itu dilakukan karena penyanyi sebenarnya tidak cukup cantik untuk ditunjukkan ke seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, lip sync menjadi sesuatu yang wajar dan pelaku nya pun sepertinya nyaman-nyaman saja (yang penting di bayar kata "mereka"). Banyak acara-acara pagelaran musik yang menggunakan "jasa" lip sync, baik itu di siarkan langsung oleh televisi maunpun tidak. Dan acara tersebut sukses menyedot penonton dan menaikkan rating acara tersebut mengakibatkan menjamurnya acara "lip sync show" di berbagai stasiun-stasiun televisi swasta di Indonesia. Namun, banyak juga acara-acara konser musik yang tidak menggunakan "jasa" lip sync, seperti : indiefest, soundrenalin, dan banyak lagi.
Plagiat
Plagiarisme adalah penjiplakan atau pengambilan karangan, pendapat, dan sebagainya dari orang lain dan menjadikannya seolah karangan dan pendapat sendiri. Plagiat dapat dianggap sebagai tindak pidana karena mencuri hak cipta orang lain. Di dunia pendidikan, pelaku plagiarisme dapat mendapat hukuman berat seperti dikeluarkan dari sekolah/universitas. Pelaku plagiat disebut sebagai plagiator.
Di Indonesia sendiri banyak plagiator-plagiator yang tidak mengakui bahwa dirinya plagiat (meskipun banyak juga yang tidak plagiat, namun pamor mereka kalah oleh yang plagiat), baik itu penyanyi solo, group band, pengarang lagu dan banyak lagi. Mereka beralasan, hanya meng-influence aliran/genre musiknya saja, dan itu sudah menjadi satu senjata andalan bagi mereka untuk beralasan. Dan ketika salah satu penyanyi solo atau group band sukses dengan ke-plagiator-annya, maka yang lain sepertinya berlomba-lomba untuk mengikuti jejak plagiator sukses tersebut. Dan akhirnya, semakin membosankan musik Indonesia.
Note : Di sini ane tidak akan menampilkan contoh dari plagiator-plagiator tersebut, demi menjaga nama baik mereka. Mungkin dari rekan-rekan pastinya sudah tahu siapa saja dan group band mana saja yang jelas-kelas telah menjadi plagiator.
Lip-sync
Lip-sync atau lip-synch adalah istilah teknis untuk pencocokan gerakan bibir dengan suara. Dalam sebuah konser musik atau siaran langsung di televisi, lip sync merupakan hal yang kontroversial.
Di negara China, kementrian kebudayaan telah mengeluarkan kebijakan tentang lip sync pada bulan Agustus 2009. Kementerian mengeluarkan kebijakan itu karena menilai bernyanyi lip sync termasuk kebohongan publik. Dan sebulan dari itu, dua penyanyi China, Starlets Yin Youcan dan Fang Ziyuan kedapatan hanya bercuap-cuap saat mereka konser di Provinsi Sichuan. Mereka di denda sekitar 80 ribu yuan atau RRp. 110 juta sekaligus menjadi korban pertama kebijakan kementrian kebudayaan. Kebijakan itu dikeluarkan karena pada tahun 2008, panitia Olimpiade Beijing melakukan tindakan kontroversial. Memasang gadis muda yang bernyanyi lip sync saat upacara pembukaan Olimpiade. Panitia beralasan tindakan itu dilakukan karena penyanyi sebenarnya tidak cukup cantik untuk ditunjukkan ke seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, lip sync menjadi sesuatu yang wajar dan pelaku nya pun sepertinya nyaman-nyaman saja (yang penting di bayar kata "mereka"). Banyak acara-acara pagelaran musik yang menggunakan "jasa" lip sync, baik itu di siarkan langsung oleh televisi maunpun tidak. Dan acara tersebut sukses menyedot penonton dan menaikkan rating acara tersebut mengakibatkan menjamurnya acara "lip sync show" di berbagai stasiun-stasiun televisi swasta di Indonesia. Namun, banyak juga acara-acara konser musik yang tidak menggunakan "jasa" lip sync, seperti : indiefest, soundrenalin, dan banyak lagi.
Senin, 07 Mei 2012
Kepribadian Menurut Selera Musik
Selera musik dan tipe kepribadian ternyata berkaitan sangat erat. Berdasarkan suatu riset berskala dunia, musik favorit bisa jadi merupakan cermin kepribadian diri Anda. Penelitian ilmiah tentang hubungan selera musik dengan kepribadian dilakukan Professor Adrian North dari Heriot-Watt University. Dengan melibatkan puluhan ribu orang di seluruh dunia, ia mengklaim risetnya sebagai penelitian terbesar untuk jenis riset serupa yang pernah dilakukan sebelumnya.
Kepada BBC, North menggambarkan risetnya ini sebagai suatu hal yang mengejutkan dan signifikan. "Kami selalu menduga adanya hubungan antara selera musik dan kepribadian. Ini adalah untuk pertamakalinya bahwa kami telah berhasil menelitinya dalam detil yang nyata. Belum pernah ada satu pun yang meneliti dengan skala seperti ini sebelumnya," tegasnya.
Hasil temuan paling menarik dari riset North adalah adanya kemiripan antara penggila musik klasik dan heavy metal. "Salah satu yang paling mengejutkan adalah adanya kesamaan antara penggemar musik klasik dan heavy metal. Mereka sama-sama kreatif, tenang tetapi tidak outgoing," ungkapnya. North juga menyatakan riset ini akan sangat berguna bagi kepentingan marketing. "Jika Anda memahami selera musik seseorang, maka Anda akan dapat mengatakan seperti pada pribadinya, siapa dan menjual apa," tambahnya.
Dalam risetnya, North meminta lebih dari 36.000 partisipan dari seluruh dunia untuk merata-ratakan 104 jenis musik. Mereka juga ditanya mengenai aspek kepribadian. Riset ini masih akan berlanjut dan Prof North, yang juga Dekan Fakultas Psikologi Heriot-Watt University, berencana melibatkan partisipan untuk ikut ambil bagian mengisi kuisioner singkat secara online.
Dan berikut adalah beberapa musik yang dapat menunjukkan kepribadian:
Irama Conga
Dalam permainan conga ada lima pukulan dasar, yaitu “Buka Nada” (abierto): bermain dengan empat jari di dekat tepi kepala, menghasilkan resonansi nada yang jelas dengan pitch yang berbeda. Lalu, “Redam Nada” (tapado): seperti nada yang terbuka, dibuat oleh mencolok drum dengan empat jari, tapi memegang jari terhadap head untuk meredam nada.
Berikutnya adalah “Bass nada” (Bajo de Palma) yaitu bermain dengan telapak penuh pada kepala. Ini menghasilkan suara rendah. Kemudian “Slap” (Seco) merupakan teknik yang paling sulit untuk menghasilkan yang jelas keras “popping” suara (ketika bermain di interval cepat dan pendek disebut floreo, dimainkan untuk menanamkan emosi dalam penari).
Terakhir, pukulan “Touch” (toque de Punta). Seperti tersirat dengan arti nama sentuhan, nada ini dihasilkan dengan hanya menyentuh jari atau tumit telapak tangan ke drum kepala. Hal ini dimungkinkan untuk menggabungkan sentuhan head dengan sentuhan jari-jari dalam manuver yang disebut tumit-toe (manoteo), yang dapat digunakan untuk menghasilkan setara conga dari drumrolls.
Setelah pukulan, penting juga untuk mengenal irama. Ada berbagai irama conga, yang paling terkenal adalah marcha. Itama ini biasanya dimainkan dengan satu sampai tiga conga, namun tidak ada batasan yang harus digunakan. Marcha adalah ritme yang paling umum di Salsa.
Selain Marcha, tak terhitung lagu-lagu lain menggunakan ritme ini. Ada juga irama bolero, yang berlangsung 1-2 1-2-3 1-2-3. Menjadi sangat mirip dengan Marcha, itu melibatkan minimal dua conga. Irama yang lebih kompleks dapat didengar dalam musik ritual Santeria dan Abakua. Di Kuba, varian dari Guaguanco, Bembe, dan perubahan Abakua dari provinsi ke provinsi, sehingga sangat banyak variasinya.
Kemudian ada irama Merengue, yang digunakan dalam Merengue orkestra. Pada dasarnya, ini adalah irama Tambora diterapkan conga. Awalnya, irama ini berasal dari perangkap drum dari budak Afrika dari berbagai agama animisme. Dalam Tipico Merengue irama biasanya lebih kompleks dan kurang standar. Irama lainnya adalah Cumbia, yang lebih sederhana dan dimainkan secara perlahan.
Ada banyak jenis irama dalam conga, yang terus berkembang setelah terus diterapkan dalam genre musik baru, sehingga mengambil irama bahwa gaya tertentu, seperti Punta, reggaeton, Samba Brasil dan bossanova, bahkan reggae, funk sampai musik country. E widhy
Rabu, 01 Februari 2012
10 Drummer Terbaik Dunia
Biasanya dalam sebuah grup band yang paling dikenal adalah vokalis atau gitaris. Pemain drum bisa saja kurang dikenal karena selalu ditempatkan di belakang. Namun dalam sebuah grup band, drummer memegang peranan penting. Mereka bertugas untuk menjaga ritme musik. Berikut ini ada 10 drummer dunia terbaik.
1. Jimmy "The Rev Sullivan"
Jimmy sudah memegang stik drum sejak usia lima tahun. Salah satu pendiri band Avenged Sevenfold ini lahir pada tanggal 9 Februari 1981. "Sounding the Seventh Trumpet" adalah album pertama yang ia rekam bersama bandnya Avenged Sevenfold. Lagu itu direkam saat ia berusia 18 tahun.
2. Travis Barker
Lahir pada tanggal 14 November 1975. Nama Travis mulai terkenal semenjak ia bergabung dengan Blink 182, sebuah band pop punk. Dengan ciri khas rambut mohawk, telanjang dada dan badan dipenuhi tato, Travis menjelma menjadi salah satu pemain drum terbaik di dunia.
Kamis, 08 Desember 2011
ensiklopedia tentang MUSIK
MUSIK :
bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah,
rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
SUARA :
Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan
bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam
musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang
gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya.
Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala
(Inggris: pitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada),
intensitas, dan timbre (warna bunyi).
NADA :
Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau
tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi
nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua
nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang
berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor,
tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya
musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.
RITME :
Pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok
ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam
birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan.
nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan
pembedaan durasi).
bunyi yang diterima oleh individu dan berbeda-beda berdasarkan sejarah,
- lokasi, budaya dan selera seseorang. Musik menurut Aristoteles
rekreatif dan menumbuhkan jiwa patriotisme.
SUARA :
Teori musik menjelaskan bagaimana suara dinotasikan atau dituliskan dan
bagaimana suara tersebut ditangkap dalam benak pendengarnya. Dalam
musik, gelombang suara biasanya dibahas tidak dalam panjang
gelombangnya maupun periodenya, melainkan dalam frekuensinya.
Aspek-aspek dasar suara dalam musik biasanya dijelaskan dalam tala
(Inggris: pitch, yaitu tinggi nada), durasi (berapa lama suara ada),
intensitas, dan timbre (warna bunyi).
NADA :
Suara dapat dibagi-bagi ke dalam nada yang memiliki tinggi nada atau
tala tertentu menurut frekuensinya ataupun menurut jarak relatif tinggi
nada tersebut terhadap tinggi nada patokan. Perbedaan tala antara dua
nada disebut sebagai interval. Nada dapat diatur dalam tangga nada yang
berbeda-beda. Tangga nada yang paling lazim adalah tangga nada mayor,
tangga nada minor, dan tangga nada pentatonik. Nada dasar suatu karya
musik menentukan frekuensi tiap nada dalam karya tersebut.
RITME :
Pengaturan bunyi dalam waktu. Birama merupakan pembagian kelompok
ketukan dalam waktu. Tanda birama menunjukkan jumlah ketukan dalam
birama dan not mana yang dihitung dan dianggap sebagai satu ketukan.
nada-nada tertentu dapat diaksentuasi dengan pemberian tekanan (dan
pembedaan durasi).
Selasa, 01 November 2011
Lagu November Rain
Berhubung hari ini hari terakhir dibulan November, didukung pula jakarta udah diguyur hujan (deres malah)… gw jadi keingetan lagu ini deh…
Dulu…menurut isu yang beredar, salah satu lagu paling populer dari Gun’s N Roses yang diciptakan oleh vokalisnya Axl Rose ini, merupakan rangkaian Pertama dari Trilogy kisah cinta dan kehidupan pribadi si Axl itu sendiri. Seteleh “November Rain”, dilanjutkan dengan “Don’t Cry” dan diakhiri dengan “Estranged”.
Entah benar atau nggaknya, Grup Band yang sekarang ini ‘lisensi’ pemakaian namanya udah dibeli Axl itu nggak ada ngasih statement khusus atau konfirmasi mengenai kebenaran isu tersebut.
Ada yang percaya soal ini?? Kalo gw sih percaya-percaya aja… \m/
Liriknya seperti ini;
Dulu…menurut isu yang beredar, salah satu lagu paling populer dari Gun’s N Roses yang diciptakan oleh vokalisnya Axl Rose ini, merupakan rangkaian Pertama dari Trilogy kisah cinta dan kehidupan pribadi si Axl itu sendiri. Seteleh “November Rain”, dilanjutkan dengan “Don’t Cry” dan diakhiri dengan “Estranged”.
Ada yang percaya soal ini?? Kalo gw sih percaya-percaya aja… \m/
Liriknya seperti ini;
Minggu, 16 Oktober 2011
Anak Yang ada di cover album Legendaris dunia
Faktor keberuntungan atau kesempatan mereka tampil untuk menjadi sampul di album musik - musik legendaris dunia, seiring tahun lagu - lagu dari band - band top dunia ini masih dinyanyikan, tapi tahukah anda bagaimana dengan nasib bayi - bayi yang dulu menjadi cover albumnya di saat ini, langsung simak saja
1. Nevermind - Nirvana
Spencer Elden difoto untuk album seharga $ 200. Dia sekarang magang di studio Shepard Fairey's Obey Giant .tega bener emak nya cuma demi $200 anak nya di suruh nyemplung ke kolam tanpa baju renang ama tabung oksigen . sekarang dia emo gan . emosi ane liat nya
2. A Boy Named Goo - Goo Goo Dolls
Carl Gellert dibayar dollar $ 6000 untuk tampil di album. Dia sekarang masuk sekolah pascasarjana untuk sejarah seni. lumayan mahal nih gan
1. Nevermind - Nirvana
Tampang Dia Sekarang
Spencer Elden difoto untuk album seharga $ 200. Dia sekarang magang di studio Shepard Fairey's Obey Giant .tega bener emak nya cuma demi $200 anak nya di suruh nyemplung ke kolam tanpa baju renang ama tabung oksigen . sekarang dia emo gan . emosi ane liat nya
2. A Boy Named Goo - Goo Goo Dolls
Tampang Dia Sekarang
Senin, 10 Oktober 2011
SEBASTIAN BACH tokoh musik terkenal
SEBASTIAN BACH (1685-1750) ORGANIS DAN PENGGUBAH BERKEBANGSAAN JERMAN; SALAH SATU TOKOH PALING TERKENAL DALAM SEJARAH MUSIK
Selain tokoh-tokoh yang berpengaruh terhadap gereja, salah seorang tokoh yang yang terpilih adalah Johann Sebastian Bach. Beliu ini adalah seorang musisi yang sangat terkenal. Banyak sekali gubahan lagunya yang dinyanyikan oleh kelompok paduan-paduan suara terkenal.
Sumbangan-sumbangan Bach terhadap dunia musik menggabungkan banyak detail dari berbagai gaya musik Jerman, Perancis dan Italia selama bertahun-tahun terakhir era Baroque. Kemasyurannya dalam sejarah literatur organ, paduan suara, kantata dan oratorio, sangat besar hubungannya dengan liturgi Lutheran, dan karya-karyanya dikenal karena jumlah mereka yang besar serta keahlian tinggi penciptanya.Selama hampir dua abad keluarga Bach aktif dalam dunia musik. Dengan 20 orang dari garis keturunannya yang dikenal sebagai musisi, keluarga ini menyerupai sebuah dinasti musik. Johann Sebastian, dengan putra-putranya Karl Philipp Emanuel, Johann Christian dan Wilhelm Fredemann, merupakan kelompok yang paling dikenal dan muncul lebih akhir dalam sejarahnya. Karl Philipp Emanuel (1717-1788) adalah putra ke-2 dari J.S. Bach yang dikenal melalui eksperimen-eksperimennya dengan sonata era Klasik yang pada saat itu baru mulai muncul. Johann Christian (1735-1782), putra yang ke-11, dikenal sebagai “Bach dari London” dan menulis berbagai simfoni, concerto serta musik untuk vokal dan Chamber. Wilhelm Fredemann, yang dikenal sebagai “Bach Halle”, adalah anak sulung dan menulis sebauh simfoni serta karya-karya untuk piano dan tarian.
Pada awal hidupnya J.S. Bach mempelajari, antara lain: biola dan organ. Pada tahun 1703, dia bergabung dengan orkestra milik saudara Duke of Saxe-Weimar. Posisinya sebagai organis dimulai di sebuah gereja baru di Arnstadt (1704) dan di St. Balsius’, Muhlhausen. Setelah pernikahannya dengan Maria Barbara Bach (seorang misan), Johann Sebastian pergi ke Weimar, mula-mula sebagai organis istana dan musisi kamar (mulai 1708) dan kemudian sebagai pemimpin konser. “Periode Weimar” Bach (sampai 1717) merupakan tahap yang paling penting dalam awal kariernya sebagai seorang penggubah. Dari 1717 sampai 1732, Bach bertugas sebagai pengarah kapel dan pengurus musik kamar untuk Pangeran Leopold dari Anhalt di Cothen. “Periode Cothen” ini dikenal dengan kayanya ciptaan-ciptaan Bach untuk musik orkestra dan kamar. Dipihak lain, hasil riset juga menyatakan bahwa kebanyakan kantata Bach mungkin dimulai pada periode ini dan juga sebelumnya, di Weimar. Pada masa ini jugalah istri Bach meninggal (1720). Pernikahannya yang kedua dengan Anna Magdalena Wulken juga penting bagi dunia musk. Anna menyalin banyak bagian dari kantata-kantata Bach dan memiliki 2 buah buku, dimana terdapat masukan-masukan dalam tulisan Anna sendiri dan tulisan tangan suaminya.
Dari tahun 1732 sampai kematiannya, Bach memegang posisi sebagai pemimpin nyanyian di St. Thomas’ School, Leipzig, di mana dia juga menjadi organis dan kapell meister di St. Thomas Church dan Nicholai Church. Kehidupan Bach selama 27 tahun di Leipzig merupakan suatu masa yang ditandai karya-karya dalam jumlah agak terbatas yang dari segi komposisinya makin mendalam dan pekat. Satu contoh penting dari karya-karyanya yang kemudian, the Musical Offering, dibentuk dari sebuah tema oleh Frederick II dari Prussia yang diperoleh Bach semasa kunjungannya ke Postdam (1747), di mana dia tampil untuk sang raja. Walaupun banyakan peneliti, dulu berpendapat bahwa hampir 200 kantata ditulis selama tahun-tahun di Leipzig, penemuan-penemuan yang lebih baru menyatakan bahwa tahun-tahun ini ditandai dengan meminjamkan karya-karya yang ditulis di Cothen dan atau Weimar. Kebanyakan karya-karya baru ini, merupakan penulisan ulang karya-karya yang terdahulu (termasuk teksnya). Proses semacam disebut contrafracta. Selama di Leipzig, contrafacta ini dilakukan mungkin lima sampai enam puluh kali, karena berbagai tekanan dari rutinitas dan administrasi sehari-hari. Karya-karya akhir yang asli merupkan eksperimen-eksperimen yang mendalam dari segi sumber teknisnya dan ditandai oleh warna-warna harmonis dan selisih tekstur yang cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
KARYA-KARYA INSTRUMENTAL
Minat Bach terhadap keteraturan dan hubungan dalam gubahan-gubahannya merupakan bagian penting dari kesenian Baroque akhir. Banyak karyanya dipersatukan oleh prinsip :
a. makna liturgis,
b. kegunaan paduan suara,
c. struktur kunci yang over-arching, atau
d. teknik-teknik khusus seperti prelude/fugue yang berpasangan, pola tarian dan kanon atau variation cycles.Banyak karyanya dikelompokkan menurut kategori yang bersifat pendidikan atau aturan didaktik lainnya seperti suite atau seri yang diatur secara liturgis.
1. Kaya-karya yang dimaksudkan untuk menandai satu tahun gereja mencakup the Little Organ Book (dimulai di Weinar, diselesaikan di Cothen). Walaupun karya ini dirancang untuk berisikan 164 prelude paduan suara, didalammnya terdapat jangkauannya dan juga terdapat tekstur-tekstur abstrak atau material, berhubungan dengan nada-nada paduan suara, yang diungkapkan melalui gambar.
2. The Keyboard Practice (Clavierubung) dimulai dari 1731 dan merupakan sebuah koleksi penting dalam empat bagian. Karya ini berhubungan dengan sumbangan Bach bagi liturgi Lutheran dan juga gubahannya yang lebih duniawi.
3. Prelude-prelude paduan suara juga dibawa ke dalam literatur organ dengan adanya The Eighteen Gread Preludes dan the Six Schubler Chorales (yang ini merupakan transkrip bagian-bagian kantata). Bach juga membuat berbagai karya untuk koor empat suara dengan gaya kongregasional, termasuk sebuah koleksi yang terdiri dari 371 harmonisasi dan satu lagi yang terdiri dari 69 melodi dengan bass.
4. Sebuah sumbangannya yang penting bagi dunia musik adalah berbagai prelude dan fugue organ, termasuk “the Great” dalam C mayor, E minor, B minor, G minor, dan Es mayor. Beberapa karya ini mengikuti prinsip-prinsip concerto, sementara prelude dari G mayor adalah sebuah fantasi, dari fuguenya diambil dari sebuah lagu rakyat abad ke-17, “Rolandston”. The Prelude and Fugue in A Major mempunyai ciri-ciri tiruan dan implikasi pastoral dalam tekstur dan ritmenya.
5. Termasuk juga dalam karya-karya instrumental yang lain adalah berbagai suite untuk orkestra, concerto, sonata, baik yang solo maupun yang dengan iringan, serta partita dan suite untuk alat musik keyboard.
Selain tokoh-tokoh yang berpengaruh terhadap gereja, salah seorang tokoh yang yang terpilih adalah Johann Sebastian Bach. Beliu ini adalah seorang musisi yang sangat terkenal. Banyak sekali gubahan lagunya yang dinyanyikan oleh kelompok paduan-paduan suara terkenal.
Sumbangan-sumbangan Bach terhadap dunia musik menggabungkan banyak detail dari berbagai gaya musik Jerman, Perancis dan Italia selama bertahun-tahun terakhir era Baroque. Kemasyurannya dalam sejarah literatur organ, paduan suara, kantata dan oratorio, sangat besar hubungannya dengan liturgi Lutheran, dan karya-karyanya dikenal karena jumlah mereka yang besar serta keahlian tinggi penciptanya.Selama hampir dua abad keluarga Bach aktif dalam dunia musik. Dengan 20 orang dari garis keturunannya yang dikenal sebagai musisi, keluarga ini menyerupai sebuah dinasti musik. Johann Sebastian, dengan putra-putranya Karl Philipp Emanuel, Johann Christian dan Wilhelm Fredemann, merupakan kelompok yang paling dikenal dan muncul lebih akhir dalam sejarahnya. Karl Philipp Emanuel (1717-1788) adalah putra ke-2 dari J.S. Bach yang dikenal melalui eksperimen-eksperimennya dengan sonata era Klasik yang pada saat itu baru mulai muncul. Johann Christian (1735-1782), putra yang ke-11, dikenal sebagai “Bach dari London” dan menulis berbagai simfoni, concerto serta musik untuk vokal dan Chamber. Wilhelm Fredemann, yang dikenal sebagai “Bach Halle”, adalah anak sulung dan menulis sebauh simfoni serta karya-karya untuk piano dan tarian.
Pada awal hidupnya J.S. Bach mempelajari, antara lain: biola dan organ. Pada tahun 1703, dia bergabung dengan orkestra milik saudara Duke of Saxe-Weimar. Posisinya sebagai organis dimulai di sebuah gereja baru di Arnstadt (1704) dan di St. Balsius’, Muhlhausen. Setelah pernikahannya dengan Maria Barbara Bach (seorang misan), Johann Sebastian pergi ke Weimar, mula-mula sebagai organis istana dan musisi kamar (mulai 1708) dan kemudian sebagai pemimpin konser. “Periode Weimar” Bach (sampai 1717) merupakan tahap yang paling penting dalam awal kariernya sebagai seorang penggubah. Dari 1717 sampai 1732, Bach bertugas sebagai pengarah kapel dan pengurus musik kamar untuk Pangeran Leopold dari Anhalt di Cothen. “Periode Cothen” ini dikenal dengan kayanya ciptaan-ciptaan Bach untuk musik orkestra dan kamar. Dipihak lain, hasil riset juga menyatakan bahwa kebanyakan kantata Bach mungkin dimulai pada periode ini dan juga sebelumnya, di Weimar. Pada masa ini jugalah istri Bach meninggal (1720). Pernikahannya yang kedua dengan Anna Magdalena Wulken juga penting bagi dunia musk. Anna menyalin banyak bagian dari kantata-kantata Bach dan memiliki 2 buah buku, dimana terdapat masukan-masukan dalam tulisan Anna sendiri dan tulisan tangan suaminya.
Dari tahun 1732 sampai kematiannya, Bach memegang posisi sebagai pemimpin nyanyian di St. Thomas’ School, Leipzig, di mana dia juga menjadi organis dan kapell meister di St. Thomas Church dan Nicholai Church. Kehidupan Bach selama 27 tahun di Leipzig merupakan suatu masa yang ditandai karya-karya dalam jumlah agak terbatas yang dari segi komposisinya makin mendalam dan pekat. Satu contoh penting dari karya-karyanya yang kemudian, the Musical Offering, dibentuk dari sebuah tema oleh Frederick II dari Prussia yang diperoleh Bach semasa kunjungannya ke Postdam (1747), di mana dia tampil untuk sang raja. Walaupun banyakan peneliti, dulu berpendapat bahwa hampir 200 kantata ditulis selama tahun-tahun di Leipzig, penemuan-penemuan yang lebih baru menyatakan bahwa tahun-tahun ini ditandai dengan meminjamkan karya-karya yang ditulis di Cothen dan atau Weimar. Kebanyakan karya-karya baru ini, merupakan penulisan ulang karya-karya yang terdahulu (termasuk teksnya). Proses semacam disebut contrafracta. Selama di Leipzig, contrafacta ini dilakukan mungkin lima sampai enam puluh kali, karena berbagai tekanan dari rutinitas dan administrasi sehari-hari. Karya-karya akhir yang asli merupkan eksperimen-eksperimen yang mendalam dari segi sumber teknisnya dan ditandai oleh warna-warna harmonis dan selisih tekstur yang cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
KARYA-KARYA INSTRUMENTAL
Minat Bach terhadap keteraturan dan hubungan dalam gubahan-gubahannya merupakan bagian penting dari kesenian Baroque akhir. Banyak karyanya dipersatukan oleh prinsip :
a. makna liturgis,
b. kegunaan paduan suara,
c. struktur kunci yang over-arching, atau
d. teknik-teknik khusus seperti prelude/fugue yang berpasangan, pola tarian dan kanon atau variation cycles.Banyak karyanya dikelompokkan menurut kategori yang bersifat pendidikan atau aturan didaktik lainnya seperti suite atau seri yang diatur secara liturgis.
1. Kaya-karya yang dimaksudkan untuk menandai satu tahun gereja mencakup the Little Organ Book (dimulai di Weinar, diselesaikan di Cothen). Walaupun karya ini dirancang untuk berisikan 164 prelude paduan suara, didalammnya terdapat jangkauannya dan juga terdapat tekstur-tekstur abstrak atau material, berhubungan dengan nada-nada paduan suara, yang diungkapkan melalui gambar.
2. The Keyboard Practice (Clavierubung) dimulai dari 1731 dan merupakan sebuah koleksi penting dalam empat bagian. Karya ini berhubungan dengan sumbangan Bach bagi liturgi Lutheran dan juga gubahannya yang lebih duniawi.
3. Prelude-prelude paduan suara juga dibawa ke dalam literatur organ dengan adanya The Eighteen Gread Preludes dan the Six Schubler Chorales (yang ini merupakan transkrip bagian-bagian kantata). Bach juga membuat berbagai karya untuk koor empat suara dengan gaya kongregasional, termasuk sebuah koleksi yang terdiri dari 371 harmonisasi dan satu lagi yang terdiri dari 69 melodi dengan bass.
4. Sebuah sumbangannya yang penting bagi dunia musik adalah berbagai prelude dan fugue organ, termasuk “the Great” dalam C mayor, E minor, B minor, G minor, dan Es mayor. Beberapa karya ini mengikuti prinsip-prinsip concerto, sementara prelude dari G mayor adalah sebuah fantasi, dari fuguenya diambil dari sebuah lagu rakyat abad ke-17, “Rolandston”. The Prelude and Fugue in A Major mempunyai ciri-ciri tiruan dan implikasi pastoral dalam tekstur dan ritmenya.
5. Termasuk juga dalam karya-karya instrumental yang lain adalah berbagai suite untuk orkestra, concerto, sonata, baik yang solo maupun yang dengan iringan, serta partita dan suite untuk alat musik keyboard.
Kamis, 11 Agustus 2011
Intro gitar pada lagu yang bagus
There's nothing like those opening 20 seconds of a killer stadium anthem or shivering-inducing power ballad. It's those 20 seconds that set the tone for the next 3-6 minute to come. When you're flipping between radio stations and at that perfect moment your hand immediately stops cold when you hear one of the following songs.
We're talking here about the last generation of songs before the surreptitious domination of pop punk and the bleating hooks of the Timbaland type, in which pushing dials around a mixing board has become a synonym for genius.
While there are literally hundreds of songs historically to choose from, we've chosen to zero in on the top 15 from the past two decades. Anyone born after 1975, prepare your hankies, or, more appropriately, perhaps, your devil horn salutes.
15. 'Killing in the Name of' - Rage Against the Machine
Like Nine Inch Nails' "Closer," this faux-rebellious ditty from the early '90s gave musical voice to that generation's version of nihilism. While their parent's fought for civil liberty in the '60s, their older brothers and sisters a deep recession from '89 to' 92, this generation had nothing concrete to reject other than simple authority itself. Ostensibly it's about the indistinguishably of government and racism, but the intro to this signature song builds to an intense crescendo of useless anger like no other in the modern era.
14. 'Blow at High Dough' - The Tragically Hip
Like the urgent ringing of a dinner bell this anthem from the Hip's early days is pure genius. No one really knows what the song is actually about, but that doesn't matter does it? Because, we can "get behind anything" the Hips puts out. Is it a memoriam to some long-dead Canuck, or a vigorous musing on drug use? Doesn't matter; it's the feeling you get when you catch that opening drum and bass on the car radio, especially on a Friday afternoon on the Canada Day long weekend heading up the 400 to the cottage with friends. What's more Canadian that that?
13. 'Outshined' - Soundgarden
While I'm not really sure what Chris Cornell meant when he layered "I've got a feeling, slow down" over that crunching, methodical opening riff, it still conjures nostalgia for the days when we all really did look good in duct-taped Birkenstocks and grey wool socks, lumber jackets and grubby tees.
12 'Longview' ('When I Come Around') - Green Day
Go back...way back to 1994, before Green Day went all mainstream with their quasi-political, faux-social conscience to make sales, there was this ode to slacker sentiment. The opening drum riff sparks one into wanting to reach into their little plastic baggy, flip on some Floyd and pull out a big fat ...
11. 'Been Caught Stealing' - Jane's Addiction
This is Jane's Addiction's biggest hit, which actually went to number one on the US Charts. The opening intro of the dog's barking over top of the funkified guitar is, simply put, a brilliant irony. Here we have an up-tempo riff on what's seemingly a dark topic. In reality, legend says, it's actually a metaphorical innuendo for sexual pleasure without consideration of the other. While this cannot be verified as true, when one reads the lyrics it kind of makes sense.
10. 'Today' - The Smashing Pumpkins
"Today" already had a chord progression and a melody, but Pumpkins front-man Corgan felt there needed to be an opening riff to the song. As he said: "One day, out of the blue, I heard the opening lick note for note in my head, when I added the opening riff, it completely changed the character of the song." Sometimes brilliance is not intentional.
9. 'Thunderstruck' - ACDC
Like a thousand raving lunatics screaming at the top of the lungs demanding release from an asylum, this AC/DC modern classic is Angus Young at his very best. Imagine a gymnasium full of delinquent teens boys blaring out this intoxicating riff anxiously waiting for the vocal arrival of Brian Johnson's most coherent lyrical offering ever. Imagine the fear on the faces of the poor thunderstruck chaperone teachers.
8. 'Under the Bridge' - The Red Hot Chili Peppers
To date, this is still the Chilli Peppers' most successful song. The melancholic intro, which also conjures Hendrix, cannot but trigger thoughtful introspection. So perfectly does it set the tone for the ensuing lament (in Anthony Keidis' case, about drug addiction) it is impossible to not start thinking about one's own issues and dreams.
7. 'Seven Nation Army' - White Stripes
It sounds like a bass guitar intro in this Iron Butterfly-ish, 3m 42s masterpiece, but it's not; at the time the White Stripes had never even used one in their music. Legend says that the pounding, earthy sound was actually created by running a semi-acoustic through a whammy pedal set down an octave. Whatever it was, it sure is mesmerizing.
We're talking here about the last generation of songs before the surreptitious domination of pop punk and the bleating hooks of the Timbaland type, in which pushing dials around a mixing board has become a synonym for genius.
While there are literally hundreds of songs historically to choose from, we've chosen to zero in on the top 15 from the past two decades. Anyone born after 1975, prepare your hankies, or, more appropriately, perhaps, your devil horn salutes.
15. 'Killing in the Name of' - Rage Against the Machine
Like Nine Inch Nails' "Closer," this faux-rebellious ditty from the early '90s gave musical voice to that generation's version of nihilism. While their parent's fought for civil liberty in the '60s, their older brothers and sisters a deep recession from '89 to' 92, this generation had nothing concrete to reject other than simple authority itself. Ostensibly it's about the indistinguishably of government and racism, but the intro to this signature song builds to an intense crescendo of useless anger like no other in the modern era.
14. 'Blow at High Dough' - The Tragically Hip
Like the urgent ringing of a dinner bell this anthem from the Hip's early days is pure genius. No one really knows what the song is actually about, but that doesn't matter does it? Because, we can "get behind anything" the Hips puts out. Is it a memoriam to some long-dead Canuck, or a vigorous musing on drug use? Doesn't matter; it's the feeling you get when you catch that opening drum and bass on the car radio, especially on a Friday afternoon on the Canada Day long weekend heading up the 400 to the cottage with friends. What's more Canadian that that?
13. 'Outshined' - Soundgarden
While I'm not really sure what Chris Cornell meant when he layered "I've got a feeling, slow down" over that crunching, methodical opening riff, it still conjures nostalgia for the days when we all really did look good in duct-taped Birkenstocks and grey wool socks, lumber jackets and grubby tees.
12 'Longview' ('When I Come Around') - Green Day
Go back...way back to 1994, before Green Day went all mainstream with their quasi-political, faux-social conscience to make sales, there was this ode to slacker sentiment. The opening drum riff sparks one into wanting to reach into their little plastic baggy, flip on some Floyd and pull out a big fat ...
11. 'Been Caught Stealing' - Jane's Addiction
This is Jane's Addiction's biggest hit, which actually went to number one on the US Charts. The opening intro of the dog's barking over top of the funkified guitar is, simply put, a brilliant irony. Here we have an up-tempo riff on what's seemingly a dark topic. In reality, legend says, it's actually a metaphorical innuendo for sexual pleasure without consideration of the other. While this cannot be verified as true, when one reads the lyrics it kind of makes sense.
10. 'Today' - The Smashing Pumpkins
"Today" already had a chord progression and a melody, but Pumpkins front-man Corgan felt there needed to be an opening riff to the song. As he said: "One day, out of the blue, I heard the opening lick note for note in my head, when I added the opening riff, it completely changed the character of the song." Sometimes brilliance is not intentional.
9. 'Thunderstruck' - ACDC
Like a thousand raving lunatics screaming at the top of the lungs demanding release from an asylum, this AC/DC modern classic is Angus Young at his very best. Imagine a gymnasium full of delinquent teens boys blaring out this intoxicating riff anxiously waiting for the vocal arrival of Brian Johnson's most coherent lyrical offering ever. Imagine the fear on the faces of the poor thunderstruck chaperone teachers.
8. 'Under the Bridge' - The Red Hot Chili Peppers
To date, this is still the Chilli Peppers' most successful song. The melancholic intro, which also conjures Hendrix, cannot but trigger thoughtful introspection. So perfectly does it set the tone for the ensuing lament (in Anthony Keidis' case, about drug addiction) it is impossible to not start thinking about one's own issues and dreams.
7. 'Seven Nation Army' - White Stripes
It sounds like a bass guitar intro in this Iron Butterfly-ish, 3m 42s masterpiece, but it's not; at the time the White Stripes had never even used one in their music. Legend says that the pounding, earthy sound was actually created by running a semi-acoustic through a whammy pedal set down an octave. Whatever it was, it sure is mesmerizing.
Rabu, 13 Juli 2011
10 Top Guitarist Solo Band
SLASH GNR
1. Sweet Child O' Mine
2. November Rain
3. Paradise City
4. Don't Cry
5. You Could Be Mine
6. Nightrain
7. Mr. Brownstone
8. Breakdown
9. Knockin On Heavens Door
10. Estranged
EDDIE VAN HALEN
1. Eruption
2. Beat It
3. Dreams
4. Mean Street
5. Spanish Fly
6. Ice Cream Man
7. Hot For Teacher
8. Humans Being
9 Push Comes to Shove
10. Jump
1. Sweet Child O' Mine
2. November Rain
3. Paradise City
4. Don't Cry
5. You Could Be Mine
6. Nightrain
7. Mr. Brownstone
8. Breakdown
9. Knockin On Heavens Door
10. Estranged
EDDIE VAN HALEN
1. Eruption
2. Beat It
3. Dreams
4. Mean Street
5. Spanish Fly
6. Ice Cream Man
7. Hot For Teacher
8. Humans Being
9 Push Comes to Shove
10. Jump
150 Lagu Indonesia Terbaik versi Rolling Stone Indonesia
1. Bongkar Swami
2. Kebyar – Kebyar Gombloh
3. Badai Pasti Berlalu Berlian Hutauruk
4. Bis Sekolah Koes Bersaudara
5. Guru Oemar Bakrie Iwan Fals
6. Kembali Ke Jakarta Koes Plus
7. Berita Kepada Kawan Ebiet G. Ade
8. Kehidupan God Bless
9. Sakura Fariz RM
10. Bento Swami
11. Bengawan Solo Oslan Husein & Teruna Ria
12. Kompor Mleduk Benyamin. S
13. Lilin-Lilin Kecil Chrisye
14. Memang Slank
15. Rock Bergema Roxx
16. Yogyakarta Kla Project
17. Tuhan Bimbo
18. Neraka Jahanam Duo Kribo
19. Nusantara I Koes Plus
20. Siti Nurbaya Dewa19
21. Panggung Sandiwara Ahmad Albar
22. Rumah Kita God Bless
23. Barcelona Fariz RM
24. Begadang Rhoma Irama
25. Kemarau New Rollies
26. Kidung Chris Manusama
27. Nuansa Bening Keenan Nasution
28. Burung Camar Vina Panduwinata
29. Dan Sheila On 7
30. Kosong Pure Saturday
2. Kebyar – Kebyar Gombloh
3. Badai Pasti Berlalu Berlian Hutauruk
4. Bis Sekolah Koes Bersaudara
5. Guru Oemar Bakrie Iwan Fals
6. Kembali Ke Jakarta Koes Plus
7. Berita Kepada Kawan Ebiet G. Ade
8. Kehidupan God Bless
9. Sakura Fariz RM
10. Bento Swami
11. Bengawan Solo Oslan Husein & Teruna Ria
12. Kompor Mleduk Benyamin. S
13. Lilin-Lilin Kecil Chrisye
14. Memang Slank
15. Rock Bergema Roxx
16. Yogyakarta Kla Project
17. Tuhan Bimbo
18. Neraka Jahanam Duo Kribo
19. Nusantara I Koes Plus
20. Siti Nurbaya Dewa19
21. Panggung Sandiwara Ahmad Albar
22. Rumah Kita God Bless
23. Barcelona Fariz RM
24. Begadang Rhoma Irama
25. Kemarau New Rollies
26. Kidung Chris Manusama
27. Nuansa Bening Keenan Nasution
28. Burung Camar Vina Panduwinata
29. Dan Sheila On 7
30. Kosong Pure Saturday
Senin, 04 Juli 2011
Rekor Unik dalam dunia Musik Dunia
1. Judul Lagu Terpanjang

Tahukah Anda kalau ada satu lagu yang tercatat punya judul paling panjang dalam sejarah penciptaan lagu. Lagu itu berjudul I’m a Cranky Old Yank in a Clanky Old Tank on the Streets of Yokohama with my Honolulu Mama Doin’ Those Beat-o, Beat-o Flat-On-My-Seat-o, Hirohito Blues.
Hoagy Carmichael yang menulis lagu ini di tahun 1943 akhirnya membongkar rahasia kalau lagu itu awalnya hanya berjudul I’m a Cranky Old Yank namun karena ingin membuat lelucon maka judul lagu itupun ditambah lagi dengan beberapa kata.
2. Musisi Peraih Grammy Awards Terbanyak

Michael Jackson tercatat sebagai musisi yang berhasil meraih piala Grammy terbanyak dalam sejarah. Hingga akhir hayatnya, ia berhasil mengumpulkan delapan piala bergengsi ini.
Tahukah Anda kalau ada satu lagu yang tercatat punya judul paling panjang dalam sejarah penciptaan lagu. Lagu itu berjudul I’m a Cranky Old Yank in a Clanky Old Tank on the Streets of Yokohama with my Honolulu Mama Doin’ Those Beat-o, Beat-o Flat-On-My-Seat-o, Hirohito Blues.
Hoagy Carmichael yang menulis lagu ini di tahun 1943 akhirnya membongkar rahasia kalau lagu itu awalnya hanya berjudul I’m a Cranky Old Yank namun karena ingin membuat lelucon maka judul lagu itupun ditambah lagi dengan beberapa kata.
2. Musisi Peraih Grammy Awards Terbanyak
Michael Jackson tercatat sebagai musisi yang berhasil meraih piala Grammy terbanyak dalam sejarah. Hingga akhir hayatnya, ia berhasil mengumpulkan delapan piala bergengsi ini.
Jumat, 17 Juni 2011
Sejarah Musik Reggae
Tahun 1968 banyak disebut sebagai tahun kelahiran musik reggae. Sebenarnya tidak ada kejadian khusus yang menjadi penanda awal muasalnya, kecuali peralihan selera musik masyarakat Jamaika dari Ska dan Rocsteady, yang sempat populer di kalangan muda pada paruh awal hingga akhir tahun 1960-an, pada irama musik baru yang bertempo lebih lambat : reggae. Boleh jadi hingar bingar dan tempo cepat Ska dan Rocksteady kurang mengena dengan kondisi sosial dan ekonomi di Jamaika yang sedang penuh tekanan.
Sabtu, 28 Mei 2011
Album Terbaik
1. Sgt. Pepper's Lonely Hearts Club Band, The Beatles
2. Pet Sounds, The Beach Boys
3. Revolver, The Beatles
4. Highway 61 Revisited, Bob Dylan
5. Rubber Soul, The Beatles
6. What's Going On, Marvin Gaye
7. Exile on Main Street, The Rolling Stones
8. London Calling, The Clash
9. Blonde on Blonde, Bob Dylan
10. The Beatles ("The White Album"), The Beatles
11. The Sun Sessions, Elvis Presley
12. Kind of Blue, Miles Davis
13. Velvet Underground and Nico, The Velvet Underground
14. Abbey Road, The Beatles
15. Are You Experienced?, The Jimi Hendrix Experience
16. Blood on the Tracks, Bob Dylan
17. Nevermind, Nirvana
18. Born to Run, Bruce Springsteen
19. Astral Weeks, Van Morrison
20. Thriller, Michael Jackson
2. Pet Sounds, The Beach Boys
3. Revolver, The Beatles
4. Highway 61 Revisited, Bob Dylan
5. Rubber Soul, The Beatles
6. What's Going On, Marvin Gaye
7. Exile on Main Street, The Rolling Stones
8. London Calling, The Clash
9. Blonde on Blonde, Bob Dylan
10. The Beatles ("The White Album"), The Beatles
11. The Sun Sessions, Elvis Presley
12. Kind of Blue, Miles Davis
13. Velvet Underground and Nico, The Velvet Underground
14. Abbey Road, The Beatles
15. Are You Experienced?, The Jimi Hendrix Experience
16. Blood on the Tracks, Bob Dylan
17. Nevermind, Nirvana
18. Born to Run, Bruce Springsteen
19. Astral Weeks, Van Morrison
20. Thriller, Michael Jackson
Rabu, 25 Mei 2011
Orgel alat Musik paling rumit dan paling sulit dimainkan
Alat musik yang paling sulit dimainkan. Suara alat musik orgel cukup akrab di telinga umat kristiani. Orgel disebut organ pipa karena memang peralatannya terbuat dari pipa berbagai ukuran. Beberapa gereja di dunia masih menyimpan orgel asli. Ukurannya, jangan heran, bisa mencapai 10 meter. Jika dibunyikan suaranya menggema dan memantul dari sudut-sudut gereja. Tetapi, tidak semua orang ternyata mampu memainkan orgel. Sebab, orgel yang terkadang disebut raja alat musik, dapat mengeluarkan berbagai warna nada yang hampir tak terbatas jumlahnya.
Minggu, 08 Mei 2011
Sejarah Alat Musik Bass
Di tahun 1920an, lloyd Loar, yang berkerja untuk gibson, mendesign double bass elektrik pertama. Bass ini menggunakan pickup electro-static, tapi amply untuk frekuensi bass belum dikembangkan. Jadi pada saat itu blum ada cara untuk mendengarkan instrument double bass tersebut.
Diawal tahun 1930an, paul tutmarc menjadi yang orang pertama yang memperbaiki ukuran double bass menjadi lebih praktis. Ukuran yang pertama dibuat hanya sebesar cello, dan mengunakan pickup rudimentary, namun hasilnya memiliki berat yang berlebihan, dan akhirnya diperbaiki bentuknya lebih menyerupai gitar.
Bass baru yang diciptakan ini memiliki panjang 42″, solid body, menggunakan kayu walnut hitam dan senar piano yang tetap dilengkapi dengan pickup.
Dan pertengahan tahun 30an, beberapa pengembang instrument musik – Lyon & Healy, Gibson and Rickenbacker, – memulai memasarkan eksperimental elektrik bass yang sama dengan prototype basss Tutmarc, yang lebih sedikit besar dibandingkan dengan double bass yang standard. Bagaimanaupun, bas itu tetap tinggi, tidak ,memiliki fret, dan di mainkan secara vertikal atau berdiri.
Dan pertengahan tahun 30an, beberapa pengembang instrument musik – Lyon & Healy, Gibson and Rickenbacker, – memulai memasarkan eksperimental elektrik bass yang sama dengan prototype basss Tutmarc, yang lebih sedikit besar dibandingkan dengan double bass yang standard. Bagaimanaupun, bas itu tetap tinggi, tidak ,memiliki fret, dan di mainkan secara vertikal atau berdiri.
Sekitar tahun 1940, Paul Tutmarc jr memulai memproduksi gitar dan bass, termasuk bass Serenader. Produksi ini di distribusikan oleh L.D. Heater Music Co., di portland, Oregon, dan menjadi distributor terbesar untuk elektrik bass. Sang Genius itu menamainya dengan bass gitar – insturumen yang memilik fret dan di mainkan secara horizontal. Fitur utama dari produk tersebut adalah :
* Pickup – di design karena double bass sering tertutup dengen brass section dari sebuah band jazz.
* Pickup – di design karena double bass sering tertutup dengen brass section dari sebuah band jazz.
* ukurannya – pemain double bass harus bisa berpergian sendiri, karena ukurannya yang besar, sering sekali ketinggalan di setiap perjalannya. Dengan design yang baru, pemain bass bisa berpergian dan beristirahat dengan bandnya.
Langganan:
Komentar (Atom)






