Minggu, 08 Mei 2011

Poem



Share
 Always and forever
 
Basking in the warmth of your smile 
And the music of your laugh 
I feel your tenderness 
And your oh so witty style 

I don’t know why god blessed me 
With such a friend as you 
But it makes my pleasure complete 
And very happy too 

The way you always know me 
And exactly what to do 
When my loneliness gets me down 
And I’m so very blue 
The way you see into my soul 
And looked behind my eyes 
And I don’t have to hide my feelings 
And put on a disguise 

With you I learned to trust 
And as I person I have grown 
Who could have possibly told me 
How could I have known 
That you would come in to my life 
And my beauty would start to bloom 
And like a pretty butterfly 
Come out of my cocoon 

To share your tender heart 
The warmness of your smile 
The courage of your wisdom 
For these I’d walk for miles 

To be thinking of a time 
When you’d no longer be there 
For me to gaze upon in delight 
And all our feelings share 
Is not acceptable to me 
Because in my life 
Is where I want you to be 
Always and forever.

Sejarah Alat Musik Bass



Share
Di tahun 1920an, lloyd Loar, yang berkerja untuk gibson, mendesign double bass elektrik pertama. Bass ini menggunakan pickup electro-static, tapi amply untuk frekuensi bass belum dikembangkan. Jadi pada saat itu blum ada cara untuk mendengarkan instrument double bass tersebut.
Diawal tahun 1930an, paul tutmarc menjadi yang orang pertama yang memperbaiki ukuran double bass menjadi lebih praktis. Ukuran yang pertama dibuat hanya sebesar cello, dan mengunakan pickup rudimentary, namun hasilnya memiliki berat yang berlebihan, dan akhirnya diperbaiki bentuknya lebih menyerupai gitar.
Bass baru yang diciptakan ini memiliki panjang 42″, solid body, menggunakan kayu walnut hitam dan senar piano yang tetap dilengkapi dengan pickup.
Dan pertengahan tahun 30an, beberapa pengembang instrument musik – Lyon & Healy, Gibson and Rickenbacker, – memulai memasarkan eksperimental elektrik bass yang sama dengan prototype basss Tutmarc, yang lebih sedikit besar dibandingkan dengan double bass yang standard. Bagaimanaupun, bas itu tetap tinggi, tidak ,memiliki fret, dan di mainkan secara vertikal atau berdiri.
Sekitar tahun 1940, Paul Tutmarc jr memulai memproduksi gitar dan bass, termasuk bass Serenader. Produksi ini di distribusikan oleh L.D. Heater Music Co., di portland, Oregon, dan menjadi distributor terbesar untuk elektrik bass. Sang Genius itu menamainya dengan bass gitar – insturumen yang memilik fret dan di mainkan secara horizontal. Fitur utama dari produk tersebut adalah :
* Pickup – di design karena double bass sering tertutup dengen brass section dari sebuah band jazz.
* ukurannya – pemain double bass harus bisa berpergian sendiri, karena ukurannya yang besar, sering sekali ketinggalan di setiap perjalannya. Dengan design yang baru, pemain bass bisa berpergian dan beristirahat dengan bandnya.

Selasa, 03 Mei 2011

Arsitektur Rumah Batak



Share
Suku Batak terdiri dari enam kelompok Puak yang sebagian besar menempati daerah Sumatera Utara, terdiri dari Batak Karo, Simalungun, Pak-Pak, Toba, Angkola dan Mandailing. Suku Batak Toba adalah masyarakat Batak Toba yang bertempat tinggal sebagai penduduk asli disekitar Danau Toba di Tapanuli Utara. Pola perkampungan pada umumnya berkelompok. Kelompok bangunan pada suatu kampung umumnya dua baris, yaitu barisan Utara dan Selatan. Barisan Utara terdiri dari lumbung tempat menyimpan padi dan barisan atas terdiri dari rumah adat, dipisahkan oleh ruangan terbuka untuk semua kegiatan sehari-hari.
Desa-desa di daerah Danau Toba, meskipun saat ini telah kehilangan dibandingkandengan bentuk desa masa lampau, tetapi ciri yang umum masih ada bahkan pada desa-desa yang kecil, yaitu dikelilingi oleh sebuah belukar bambu. Pohon-pohon bambu sangat tinggi dan seringkali sulit untuk melihat rumah-rumahnya dari luar desa itu, kecuali didaerah yang berbukit. Di sekitar Balige, poros bangunan yang panjang mempunyai arah Utara-Selatan sedang di daerah bukit poros bangunan yang panjang sering diorientasikan secara melintang ke arah sudut-sudut yang tepat ke lereng-lereng bukit. Di daerah Samosir, poros bangunan yang panjang diarahkan ke Timur-Barat.
Pada mulanya Huta, Lumban, atau kampung itu hanya dihuni oleh satu klan atau marga dan Huta itu pun di bangun oleh klan itu sendiri. Jadi sejak mulanya Huta itu adalah milik bersama. Sebagaimana ciri khas orang Batak yang suka gotong royong, demikianlah mereka membangun Huta. Oleh karena Huta didiami oleh sekelompok orang yang semarga, maka ikatan kekeluargaan sangat erat di Huta itu. Mereka secara gotong royong membangun dan memperbaiki rumah, secara bersama-sama memperbaiki pancuran tempat mandi, memperbaiki pengairan, mengerjakan ladang dan sawah, dan bersama-sama pula memetik hasilnya.
Biasanya Huta hanya didiami beberapa anggota keluarga yang berasal dari satu leluhur. Disebabkan oleh pertambahan penduduk, kemudian dibangunlah rumah dekat rumah leleuhur atau ayah yang pertama. Demikian seterusnya bangunan rumah makin bertambah, sehingga terbentuk perkampungan yang lebih ramai. Sering pula kampung itu terdiri dari beberapa kelompok kampung-kampung kecil, yang hanya dipisahkan pagar bambu yang ditanam dipinggiran kampung.

KELAHIRAN ANAK / Poso-Poso



Share
KELAHIRAN ANAK adalah suatu even yang sangat ditunggu-tunggu suatu keluarga. Apalagi bagi komunitas Batak yang menganggap kesuburan (hagabeon) cenderung sebagai nilai tertinggi dalam hidup, tentu saja kelahiran anak adalah peristiwa yang luar biasa membanggakan dan membahagiakan. Itulah sebabnya jaman dahulu di Tanah Batak bila suatu anak lahir (dahulu tentunya di rumah sendiri dengan bantuan bidan atau sibaso, bukan di RS) maka ayah si anak akan segera membelah kayu secara demonstratif, walaupun tengah malam, di depan rumahnya dengan menimbulkan suara keras. Jendela rumah pun dibuka lebar-lebar dan asap pun membubung dari perapian dapur. Inilah suatu tanda kepada segenap penghuni kampung telah terjadi kelahiran atau kehidupan baru.
1. MANGALLANG HAROAN atau MANGALLANG ESEK-ESEK
Keluarga yang mendapat anak pun secara spontan segera memotong ayam dan memasak nasi kemudian mengetok pintu rumah para tetangga sekaligus kerabat walau tengah malam atau dinihari mengundang makan. Ibu-ibu se kampung pun spontan berdatangan bersama anak-anak. Inilah yang dinamakan mangallang haroan atau mangharoani (menikmati makanan kedatangan). Di daerah Silindung disebut mangallang indahan esek-esek. Jamuan ini bersifat sangat spontan dan seadanya. Jika tidak ada ayam di kandang maka sayur labu siam dan ikan asin pun jadi. Sebab itu mangharoani benar-benar suatu pesta ungkapan sukacita yang spontan dan tulus dari suatu komunitas yang saling mengasihi atas kehidupan baru.
Sementara itu di luar selama tiga malam para bapak mandungoi (bergadang) atau “melek-melekan” sambil bercengkerama dan “berjudi” sesamanya untuk menjaga si bayi dan ibunya dari kemungkinan ancaman kepada si bayi dan ibunya. Beberapa hari kemudian orangtua si perempuan (ompung bao) pun dan kerabat yang lain datang membawa aek ni unte (harafiah air asam) yaitu sejenis makanan sayuran bangun-bangun yang diberi asam dan disantan dengan campuran daging ayam untuk memulihkan raga ibu si anak dan menderaskan ASI.
Selain jamuan spontan mangharoani, di Toba dikenal juga tradisi mangambit atau marambit (harafiah: menggendong), jamuan resmi yang diadakan keluarga untuk menyambut kelahiran si bayi dengan memotong babi. Pada kesempatan inilah keluarga dapat menyampaikan permohonan kepada ompungbao (ompung dari pihak perempuan) agar menghadiahkan sepetak tanah yang disebut sebagai indahan arian (makan siang) kepada cucunya atau seekor kerbau/ lembu yang disebut batu ni ansimun (biji ketimun, yang dapat berkembang-biak). Namun berhubung tanah yang dapat dibagi-bagikan semakin lama semakin sempit, maka tradisi mangambit ini berangsur hilang.

Perbedaan Cinta dan Kentut



Share
Cinta  dan kentut nggak bisa ditahan, keduanya bisa menjadi lega bila terlaksana.
CINTA tertahan = Sengsara
KENTUT ditahan = Menderita deh luuu
Kalo cinta dan kentut keras bersuara, tentu perasaan kita lega.
CINTA terkesan malu-malu tapi mau
KENTUT bikin malu-maluin baunya
Cinta tanpa rasa, bukan CINTA namanya
Kentut tak berbau, bukan KENTUT namanya
Cinta itu rapuh dan kentut itu bau
Cinta itu halus dan kentut itu virus.

Hukum Adat



Share
Dari 19 daerah lingkungan hukum (rechtskring) di Indonesia, sistem hukum adat dibagi dalam tiga kelompok, yaitu:
  1. Hukum Adat mengenai tata negara
  2. Hukum Adat mengenai warga (hukum pertalian sanak, hukum tanah, hukum perhutangan).
  3. Hukum Adat mengenai delik (hukum pidana).
Istilah Hukum Adat pertama kali diperkenalkan secara ilmiah oleh Prof. Dr. C Snouck Hurgronje, Kemudian pada tahun 1893, Prof. Dr. C. Snouck Hurgronje dalam bukunya yang berjudul "De Atjehers" menyebutkan istilah hukum adat sebagai "adat recht" (bahasa Belanda) yaitu untuk memberi nama pada satu sistem pengendalian sosial (social control) yang hidup dalam Masyarakat Indonesia.
Istilah ini kemudian dikembangkan secara ilmiah oleh Cornelis van Vollenhoven yang dikenal sebagai pakar Hukum Adat di Hindia Belanda (sebelum menjadi Indonesia).
Pendapat lain terkait bentuk dari hukum adat, selain hukum tidak tertulis, ada juga hukum tertulis. Hukum tertulis ini secara lebih detil terdiri dari hukum ada yang tercatat (beschreven), seperti yang dituliskan oleh para penulis sarjana hukum yang cukup terkenal di Indonesia, dan hukum adat yang didokumentasikan (gedocumenteerch) seperti dokumentasi awig-awig di Bali.

Sejarah hari Buruh Internasional



Share
Setiap tanggal 1 Mei, kaum buruh dari seluruh dunia memperingati peristiwa besar demonstrasi kaum buruh di Amerika Serikat pada tahun 1886, yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Tanggal 1 Mei inilah yang dikenal dengan istilah May Day !

Tuntutan ini terkait dengan kondisi saat itu, ketika kaum buruh dipaksa bekerja selama 12 sampai 16 jam per hari. Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886 pada awalnya didukung oleh sekitar 250 ribu buruh.

Dalam jangka waktu dua minggu membesar menjadi sekitar 350 ribu buruh. Kota Chicago adalah jantung gerakan diikuti oleh sekitar 90 ribu buruh. Di New York, demonstrasi yang sama diikuti oleh sekitar 10 ribu buruh, di Detroit diikuti 11 ribu buruh.

Demonstrasi pun menjalar ke berbagai kota seperti Louisville dan di Baltimore demonstrasi mempersatukan buruh berkulit putih dan hitam. Sampai pada tanggal 1 Mei 1886, demonstrasi yang menjalar dari Maine ke Texas, dan dari New Jersey ke Alabama diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut.

Perkembangan ini memancing reaksi yang juga besar dari kalangan pengusaha dan pejabat pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago’s Commercial Club, dikeluarkan dana sekitar US$ 2.000 untuk membeli peralatan senjata mesin guna menghadapi demonstrasi.