1. Senyum membuat Anda lebih menarik.
Orang yg banyak tersenyum memiliki daya tarik. Orang yang suka tersenyum membuat perasaan orang disekitarnya nyaman dan senang. Orang yang selalu merengut, cemburut, mengerutkan kening, dan menyeringai membuat orang-orang disekeliling tidak nyaman. Dipastikan orang yang banyak tersenyum memiliki banyak teman.
2. Senyum mengubah perasaan
Jika Anda sedang sedih, cobalah tersenyum. Senyuman akan membuat perasaan menjadi lebih baik. Menurut penelitian, senyum bisa memperdayai tubuh sehingga perasaan berubah..
3. Senyum menularKetika seseorang tersenyum, ia akan membuat suasana menjadi lebih riang. Orang disekitar Anda pasti akan ikut tersenyum dan merasa lebih bahagia
4. Senyum menghilangkan stres
Stres bisa terlihat di wajah. Senyuman bisa menghilangkan mimik lelah, bosan, dan sedih. Ketika anda stres,ambil waktu untuk tersenyum. Senyuman akan mengurangi stres dan membuat pikiran lebih jernih.
5. Senyum meningkatkan imunitas.
Senyum membuat sistem imun bekerja lebih baik. Fungsi imun tubuh bekerja maksimal saat seseorang merasa rileks. Menurut penelitian, flu dan batuk bisa hilang dengan senyum.
Rabu, 24 November 2010
Senin, 22 November 2010
Sejarah Musik Disco
Disko dan musik dansa identik dengan budaya gay? Itu klaim mereka. Kaum homo di Amerika sana menganggap tidak ada bentuk seni pop yang lebih pas identik dengan kultur gay dibandingkan dengan disko dan musik dansa. Di negara George W. Bush sana, di bar atau diskotek yang ingar-bingar dengan musik dansa, para gay secara terbuka mengekspresikan identitas seksualnya. Meminjam kata-kata Simon Frith dalam buku Sound Effects: Youth, Leisure, and the Politics of Rock ‘n’ Roll, disko itu musik dengan bar tunggal, mobilitas seksual, pengelanaan heteroseksual, masa bebas akhir pekan, dan fantasi-fantasi yang fana. Apa sih sebenarnya jenis musik ini?
Musik dansa adalah gubahan atau permainan musik khususnya untuk tarian pergaulan (social dancing). Ia muncul sejak tiga-empat abad lalu–jauh sebelum lahirnya disko. Pada prinsipnya, musik dansa mencakup berbagai jenis musik, dari waltz sampai rock and roll dan musik country atau tango. Sampai akhir 1970-an, bagi pelanggan klub malam, istilah musik dansa lebih khas merujuk pada musik elektronik seperti disko. Nah, disko sebenarnya punya akar kuat pada swing, samba, cha-cha, mambo, merengue, foxtrot, dan tango, juga dalam beats funk dan rhythm serta blues dari akhir 1960-an sampai awal 1970-an. Secara umum, perbedaan antara disko atau sejumlah lagu dansa dan rock atau lagu pop umumnya: di dalam musik dansa ketukan bas “empat ke lantai”, sekurang-kurangnya sekali dalam satu ketukan; sementara dalam musik rock ketukan bas pada satu dan tiga.
Sejarah Tari Saman
SEJARAH TARI SAMAN :
SEJARAH TARI SAMAN Tari ini berasal dari dataran tinggi tanah Gayo. Di ciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan permainan rakyat biasa yang disebut Pok Ane. Melihat minat yang besar masyarakat Aceh pada kesenian ini maka oleh Syekh disisipilah dengan syair-syair yang berisi Puji-pujian kepada Allah SWT. Sehingga Saman menjadi media dakwah saat itu. Dahulu latihan Saman dilakukan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau, saat itu bangunan aceh masih bangunan panggung). Sehingga mereka tidak akan ketinggalan untuk shalat berjamaah.MAKNA DAN FUNGSI :
MAKNA DAN FUNGSI Tari saman merupakan salah satu media untuk pencapaian pesan (dakwah). Tarian ini mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sebelum saman dimulai yaitu sebagai mukaddimah atau pembukaan, tampil seorang tua cerdik pandai atau pemuka adat untuk mewakili masyarakat setempat (keketar) atau nasehat-nasehat yang berguna kepada para pemain dan penonton.Paduan Suara :
Paduan Suara Tari Saman biasanya ditampilkan tidak menggunakan iringan alat musik, akan tetapi menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka yang biasanya dikombinasikan dengan memukul dada dan pangkal paha mereka sebagai sinkronisasi dan menghempaskan badan ke berbagai arah. Para penari dituntut untuk memiliki konsentrasi yang tinggi dan latihan yang serius agar dapat tampil dengan sempurna.Sejarah Hari Peringatan Arwah Semua Orang Beriman
Dapatkah dijelaskan asal mula Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman? Apakah kedua perayaan tersebut ada hubungannya dengan paham kekafiran dan perayaan Halloween?
~ seorang pembaca di Springfield
Keduanya, Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, berkembang dalam kehidupan Gereja, terlepas dari paham kekafiran dan perayaan Halloween.
Marilah pertama-tama kita membahas Hari Raya Semua Orang Kudus. Asal mula yang tepat dari perayaan ini tidak diketahui dengan pasti, walau, sesudah disahkannya kekristenan pada tahun 313 M, suatu peringatan umum demi menghormati para kudus, khususnya para martir, muncul di berbagai wilayah di segenap penjuru Gereja. Sebagai contoh di Timur, kota Edessa merayakan pesta ini pada tanggal 13 Mei; Siria merayakannya pada hari Jumat sesudah Paskah; kota Antiokhia merayakannya pada hari Minggu pertama sesudah Pentakosta. Baik St Efrem (wafat 373) dan St Yohanes Krisostomus (wafat 407) menegaskan akan adanya perayaan ini dalam khotbah mereka. Di Barat, suatu peringatan demi menghormati semua orang kudus juga dirayakan pada hari Minggu pertama sesudah Pentakosta. Alasan utama menetapkan suatu pesta umum ini adalah karena kerinduan untuk menghormati sejumlah besar martir, teristimewa yang wafat dalam masa penganiayaan oleh Kaisar Diocletion (284-305), yaitu masa penganiayaan yang paling luas, keji dan bengis. Singkatnya, tidak akan ada cukup hari dalam satu tahun apabila masing-masing martir dirayakan tersendiri, lagipula kebanyakan dari para martir ini wafat dalam kelompok. Sebab itu, suatu pesta umum bagi semua orang kudus, dianggap paling tepat.
Pada tahun 609, Kaisar Phocas memberikan Pantheon di Roma (= kuil yang dipersembahkan bagi semua dewa) kepada Paus Bonifasius IV, yang mempersembahkannya kembali pada tanggal 13 Mei di bawah nama St Maria ad Martyres (atau St Maria dan Semua Martir). Apakah Bapa Suci dengan sengaja memilih tanggal 13 Mei karena tanggal perayaan yang populer ini telah ditetapkan di Timur atau apakah hal ini sekedar kebetulan belaka, tak seorang pun tahu pasti.
Penetapan tanggal 1 November sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus berkembang seturut berjalannya waktu. Paus Gregorius III (731-741) mempersembahkan suatu oratorium di Basilika St Petrus yang asli demi menghormati semua orang kudus pada tanggal 1 November (setidaknya demikian menurut beberapa catatan), maka kemudian tanggal ini menjadi tanggal resmi untuk merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus di Roma. St. Beda (wafat 735) mencatat HR Semua Orang Kudus dirayakan pada tanggal 1 November di Inggris, dan perayaan serupa juga ada di Salzburg, Austria. Ado dari Vienne (wafat 875) menceritakan bagaimana Paus Gregorius IV meminta Raja Louis yang Saleh (778-840) untuk memaklumkan tanggal 1 November sebagai HR Semua Orang Kudus di seluruh wilayah Kekaisaran Romawi yang Kudus. Buku Doa Misa dari abad ke-9 dan ke-10 juga menempatkan HR Semua Orang Kudus dalam penanggalan liturgi pada tanggal 1 November.
~ seorang pembaca di Springfield
Keduanya, Hari Raya Semua Orang Kudus dan Peringatan Arwah Semua Orang Beriman, berkembang dalam kehidupan Gereja, terlepas dari paham kekafiran dan perayaan Halloween.
Marilah pertama-tama kita membahas Hari Raya Semua Orang Kudus. Asal mula yang tepat dari perayaan ini tidak diketahui dengan pasti, walau, sesudah disahkannya kekristenan pada tahun 313 M, suatu peringatan umum demi menghormati para kudus, khususnya para martir, muncul di berbagai wilayah di segenap penjuru Gereja. Sebagai contoh di Timur, kota Edessa merayakan pesta ini pada tanggal 13 Mei; Siria merayakannya pada hari Jumat sesudah Paskah; kota Antiokhia merayakannya pada hari Minggu pertama sesudah Pentakosta. Baik St Efrem (wafat 373) dan St Yohanes Krisostomus (wafat 407) menegaskan akan adanya perayaan ini dalam khotbah mereka. Di Barat, suatu peringatan demi menghormati semua orang kudus juga dirayakan pada hari Minggu pertama sesudah Pentakosta. Alasan utama menetapkan suatu pesta umum ini adalah karena kerinduan untuk menghormati sejumlah besar martir, teristimewa yang wafat dalam masa penganiayaan oleh Kaisar Diocletion (284-305), yaitu masa penganiayaan yang paling luas, keji dan bengis. Singkatnya, tidak akan ada cukup hari dalam satu tahun apabila masing-masing martir dirayakan tersendiri, lagipula kebanyakan dari para martir ini wafat dalam kelompok. Sebab itu, suatu pesta umum bagi semua orang kudus, dianggap paling tepat.
Pada tahun 609, Kaisar Phocas memberikan Pantheon di Roma (= kuil yang dipersembahkan bagi semua dewa) kepada Paus Bonifasius IV, yang mempersembahkannya kembali pada tanggal 13 Mei di bawah nama St Maria ad Martyres (atau St Maria dan Semua Martir). Apakah Bapa Suci dengan sengaja memilih tanggal 13 Mei karena tanggal perayaan yang populer ini telah ditetapkan di Timur atau apakah hal ini sekedar kebetulan belaka, tak seorang pun tahu pasti.
Penetapan tanggal 1 November sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus berkembang seturut berjalannya waktu. Paus Gregorius III (731-741) mempersembahkan suatu oratorium di Basilika St Petrus yang asli demi menghormati semua orang kudus pada tanggal 1 November (setidaknya demikian menurut beberapa catatan), maka kemudian tanggal ini menjadi tanggal resmi untuk merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus di Roma. St. Beda (wafat 735) mencatat HR Semua Orang Kudus dirayakan pada tanggal 1 November di Inggris, dan perayaan serupa juga ada di Salzburg, Austria. Ado dari Vienne (wafat 875) menceritakan bagaimana Paus Gregorius IV meminta Raja Louis yang Saleh (778-840) untuk memaklumkan tanggal 1 November sebagai HR Semua Orang Kudus di seluruh wilayah Kekaisaran Romawi yang Kudus. Buku Doa Misa dari abad ke-9 dan ke-10 juga menempatkan HR Semua Orang Kudus dalam penanggalan liturgi pada tanggal 1 November.
Sabtu, 13 November 2010
Panggilan di Suku Batak
- Abang
Panggilan sesama pria (antara pria dan pria), yang adalah
1. Kakak kandung
2. Yang bermarga sama, dengan No. Generasi setingkat, tetapi No. Urut lebih tinggi.
Contoh: Keturunan Gultom Hutapea, memanggil Abang kepada Keturunan Gultom Hutatoruan, yang memiliki No. Generasi sama (sama-sama Gultom, namun Hutapea lebih muda daripada Hutatoruan). - Akkang, Kakak
Panggilan sesama wanita (antara wanita dan wanita), yang adalah
1. Kakak kandung
2. Kakak lelaki dari suami
3. Wanita semarga dengan No. Generasi sama, tetapi urutan lebih tinggi (lebih tua)
- Anggi, Adik
Panggilan sesama wanita (yang wanita manggil yang wanita) atau sesama pria (yang pria manggil yang pria), yang adalah
1. Adik kandung
2. Adik lelaki dari suami
3. Adik perempuan dari istri
4. Semarga, dan No. Generasi sama, tetapi urutan lebih rendah (lebih muda) - Ito
Panggilan dari pria kepada wanita atau sebaliknya (yang beda jenis kelamin), dengan aturan:
1. Saudara pria/wanita dalam satu keluarga (saudara kandung, beda jenis kelamin)
2. Pria/wanita semarga dengan No. generasi sama
3. Wanita dengan no. generasi lebih tinggi memanggil Ito kepada pria semarga dengan No. generasi lebih rendah
4. Anak laki-laki/perempuan dari saudara perempuan ibu
5. Pria/Wanita sesama suku Batak yang tidak semarga
- Lae
Panggilan sesama pria, kepada:
1. Saudara laki-laki dari pihak istri/saudara ipar laki-laki
2. Suami dari saudara perempuan
3. Anak lelaki dari Tulang
4. Anak lelaki dari namboru
5. Laki-laki sesama suku Batak yang tidak semarga
Nah yang ini tuh biasanya buat yang baru ketemu dan ga tau manggil apa. Jadi kalo sama2 cowok, biasanya panggil Lae dulu - Eda
Panggilan sesama wanita, kepada:
1. Saudara perempuan dari pihak suami/saudara ipar perempuan
2. Istri dari saudara laki-laki
3. Anak perempuan dari Tulang
4. Anak perempuan dari Namboru
5. Wanita sesama suku Batak yang tidak semarga
Sama dengan Lae, tapi yang ini untuk sesama cewek. Bisa dipakai kalo belum tau harus manggil apa - Amang Tua, Bapak Tua, Pak Tua (pilih salah satu ^^):
Panggilan untuk pria, yang adalah:
1. Kakak kandung ayah
2. Semarga, dan memiliki No. Generasi setingkat dengan ayah (satu tingkat diatas kita), yang nomor urutnya lebih tinggi (lebih tua dari ayah).
Contoh: Toga Gultom memiliki 4 orang anak yaitu Hutatoruan, Hutapea, Hutabagot, dan Hutabalian (Urut dari yang paling tua sampe yang paling muda). Anak-anak dari Hutapea memanggil Amang tua kepada Hutatoruan, demikian pula anak dari Hutabagot dan Hutabalian. Demikian pula anak dari Hutabagot memanggil Amangtua kepada Hutapea. Demikian seterusnya.
3. Suami dari kakak perempuan ibu, baik langsung maupun tidak langsung, yang semarga dengan ibu (maksudnya kakak perempuannya yang semarga dg ibu. Nah suaminya itu dipanggil Bapak Tua). - Inang Tua, Mama Tua, Mak Tua:
Panggilan untuk wanita, yang adalah:
1. Istri dari Amang Tua
2. Kakak perempuan ibu baik langsung maupun tidak langsung yang semarga dengan ibu (kakak perempuannya yang semarga. Ga ngerti jg yah?). - Amanguda, Bapauda, Uda (Panggilan untuk cowok)
Kebalikan dari Amang Tua. Kalo Amang Tua adalah kakak, maka Amanguda adalah adik (panggilan untuk sodara laki-laki bapak yang lebih muda dari bapak). - Inanguda (Panggilan untuk cewek)
Kebalikan dari Inang Tua. Kalo Inang Tua adalah kakak, maka Inanguda adalah adik perempuan ibu yang semarga dengan ibu. Ga harus adik kandung sih. Adik sepupu ibu jg boleh asal masih semarga. Juga panggilan buat istrinya Uda.
- Inangbaju
Sebutan untuk Saudara perempuan ibu yang belum menikah. Pada saat ini, sebutan ini umumnya diganti menjadi Tante, mengikuti perkembangan zaman. - Namboru
Panggilan untuk wanita, yang:
1. Saudara perempuan dari ayah, baik langsung maupun tidak langsung yang semarga dengan ayah. Bisa lebih muda, bisa lebih tua
2. Semarga, dengan No. Generasi lebih tinggi (berarti setingkat ayah). Inget, panggilan utk wanita.
Untuk wanita, kalau no. gererasi lebih tinggi 2 tingkat atau lebih, tetap dipanggil namboru. - Amang Boru
Panggilan untuk pria, yang adalah suami dari namboru. - Tulang Panggilan untuk pria yang adalah:
1. Saudara laki-laki dari ibu
2. Pria yang semarga dengan ibu, dan memiliki No. generasi setingkat dengan ibu
- Nantulang
Panggilan untuk wanita, yang adalah istri dari Tulang (simple huh?) - Opung Doli
Panggilan untuk pria, yang:
1. Ayah dari ayah/ibu (kakek laki2 kandung dari ayah ato dari ibu)
2. Paman dari ayah/ibu (ini berarti sodaranya kakek laki2 ayah ato ibu)
3. Semarga dengan no. generasi 2 tingkat lebih tinggi (satu marga kita, tapi setingkat opung)
4. Semarga dengan ibu dengan no. generasi 1 tingkat lebih tinggi dari ibu (satu marga ibu, tapi setingkat opung)
Cth : Saya Panggabean, ibu saya boru Pangaribua. Yang kupanggil Opung Doli adalah kakek laki2 saya dari ayah (berarti sama2 marga panggabean), dan kakek laki2 dari Ibu saya yang bermarga Pangaribuan. Dan juga
- Opung Boru
Panggilan untuk wanita, yang adalah istri dari Opung Doli (maksudnya ya Nenek, ntah dari ayah ato dari ibu) - Pahompu
sebutan untuk cucu - Anak
Sebutan untuk anak - Parumaen
Sebutan untuk menantu perempuan
- Simatua, Mertua
Sebutan untuk mertua
Kamis, 04 November 2010
Forgiveness Quotes
Forgiveness is the giving, and so the receiving, of life. --George MacDonald
Keep a fair-sized cemetery in your back yard, in which to bury the faults of your friends.--Henry Ward Beecher
The weak can never forgive. Forgiveness is the attribute of the strong.-- Mahatma Gandhi
Know all and you will pardon all. --Thomas A’Kempis
We are all full of weakness and errors; let us mutually pardon each other our follies
--Voltaire
--Voltaire
A mature Christian has capacity to absorb the offenses and weaknesses of others, not just demand they perform up to the code of ideals. --Stephen Crosby
To forgive is to set a prisoner free and discover the prisoner was you.—Unknown
Anger makes you smaller, while forgiveness forces you to grow beyond what you were. --Cherie Carter-Scott
The offender never pardons. --George Herbert
He who cannot forgive breaks the bridge over which he himself must pass.--George Herbert
Resentment is like a glass of poison that a man drinks; then he sits down and waits for his enemy to die.—Unknown
Many people are afraid to forgive because they feel they must remember the wrong or they will not learn from it. The opposite is true. Through forgiveness, the wrong is released from its emotional stranglehold on us so that we can learn from it. Through the power and intelligence of the heart, the release of forgiveness brings expanded intelligence to work with the situation more effectively. -- David McArthur & Bruce McArthur
Langganan:
Postingan (Atom)


